3 Pesepakbola Yang Tidak Menyukai Pep Guardiola

Sulit untuk menyangkal bahwa Pep Guardiola merupakan manajer terbaik di dunia. Dia sangat dihormati karena strategi sepak bola miliknya yang menyenangkan bagi mata yang menontonnya dan mengancam untuk para lawannya. Namun masih ada saja pemain telah berbicara kepada publik tentang manajemennya yang buruk. Dan inilah setidaknya 3 pesepakbola yang dikenal tidak menyukai Pep Guardiola.

1. Yaya Toure

Toure merupakan salah satu gelandang bertahan terbaik pada masanya. Ia mampu berlari cepat dari lini tengah dan sulit dihentikan oleh lawannya. Bahkan sempat dianggap sebagai gelandang terbaik di liga utama. Sebut saja saat bermain untuk Barcelona dimana dia dianggap sebagai salah satu talenta muda yang cerdas di dunia sepakbola namun hal itu terhenti hingga Guardiola memutuskan untuk menjatuhkannya dimana ia memutuskan untuk mulai menggunakan Sergio Busquets.

Yaya Toure tak menyukai Pep Guardiola sejak masih bermain di Barcelona

Yaya Toure tak menyukai Pep Guardiola sejak masih bermain di Barcelona

Yaya merasa seperti pemain buangan dan memberikan alasannya kepada ONA FM saat itu. Ia mengatakan, “Setiap kali saya menanyakan sesuatu kepadanya, dia selalu memberikan jawaban yang aneh. Ia cukup banyak mengabaikan saya, sampai tawaran City datang. Itulah mengapa saya akhirnya memilih untuk pergi. Saya tidak berbicara dengan Guardiola selama satu tahun. “.

Namun meninggalkan Barcelona menghindari Guardiola, bukanlah akhir permasalahan, karena Guardiola juga menuju City di mana dia kembali dijatuhkan. Namun kali ini, ia tak bisa pergi kemanapun mengingat usianya 35 tahun dan sulit mencari klub yang masih menginginkannya. Namun dua kali diasuh olehnya dan tak digunakan seperti sebelumnya cukup pantas membuat Yaya Toure tak menyukai Pep Guardiola.

2. Zlatan Ibrahimovic

Pemain Swedia itu selalu menjadi salah satu striker terbaik di dunia dimanapun ia berada. Itu tidak berbeda ketika dia membela Barcelona. Namun sayangnya saat Guardiola mengasuh klub, sang pelatih memutuskan untuk menggunakan Messi sebagai striker dan membawanya ke bangku cadangan. Zlatan tidak senang dengan langkah ini dan dia memiliki pernyataan terkenal di mana dia mengklaim bahwa seseorang tidak membeli Ferrari hanya untuk memperlakukannya seperti Fiat.

Zlatan Ibrahimovic tak menyukai Pep Guardiola dengan taktik barunya

Zlatan Ibrahimovic tak menyukai Pep Guardiola dengan taktik barunya saat masih bermain di Barcelona

Sky Sources melaporkan bahwa Ibrahimovic mengungkapkan bahwa Pep sangat tidak dewasa. Ia mengatakan, “Enam bulan pertama adalah sempurna, kemudian manajer mengubah sistem, taktik dan itu tidak bekerja untuk saya.  Saya pergi untuk berbicara dengannya. ‘Saya di sini untuk berbicara, jika menurutmu itu karena alasan lain maka kita tidak bisa bicara.’. “.

Zlatan telah beberapa kali tak segan-segan berbicara tentang bagaimana dia tidak menghormati Pep Guardiola sebagai pribadi, walaupun telah meraih berbagai Piala untuk semua klub yang ditanganinya.

3. Samuel Eto’o

Samuel merupakan salah satu striker terbaik di dunia, pada zamannya. Tak jauh berbeda dengan Zlatan, ternyata ia juga tidak terlalu menyukai Pep Guardiola. Pep juga tidak berpikir bahwa Samuel cukup bagus untuk Barcelona sebagai starting eleven. Bahkan Ia melanjutkan untuk menyatakan kepada publik pertama kali keberadaannya di Camp Nou.

Meskipun begitu Samuel berperan penting dalam membantu Barcelona memenangi gelar ganda di musim itu. Sayangnya, Pep dikatakan tidak menghargai Samuel dan akhirnya melakukan semua yang dia bisa untuk membuat Samuel meninggalkan Barcelona.

Samuel Eto’o dan Pep Guadiola bersalaman walaupun hanya untuk media saja

Samuel Eto’o dan Pep Guadiola bersalaman walaupun hanya untuk didepan kamera saja

Pemain asal Kamerun itu pun kemudian bergabung dengan Mourinho di Inter Milan di mana ia memenangkan Liga Champions setelah mengalahkan Guardiola di semi-final. Dia berbicara tentang Pep yang menyatakan bahwa “Dia (Guardiola) berjabat tangan dengan saya ketika saya di Inter dan saya bermain melawan Barca, tetapi ini hanya untuk kamera dan TV. Di belakang layar sebelum pertandingan, dia tidak menyambut saya.”.

Baca juga : Machester City akan memenangkan Premier League 2018-19

Cukup wajar jika ada seseorang yang disukai di satu sisi namun tak disukai untuk sisi lainnya. Namun tugas berat seorang manajer bukan hanya memainkan pemain yang terbaik saja namun memaksimalkan kemampuan pemain yang ada, dan menyesuaikan dengan strateginya. Pasalnya hidup mati seorang manajer menjabat di suatu klub juga bergantung pada piala yang diraihnya. Jadi sepertinya masih ada pesepakbola lainnya tidak menyukai Pep Guardiola karena keputusannya, termasuk pelatih berkelas lainnya.