Arsene Wenger Ungkap Penyesalannya Selama Di Arsenal

Belum lama ini Arsene Wenger, mengungkapkan perasaan suka dukanya menjalani masa jabatannya mengasuh Arsenal. Ia pun sempat menyesali apa yang telah dilakukannya, namun ia telah melakukannya selama 22 tahun. Dan inlah apa yang diungkapkan oleh pelatih asal Prancis itu.

Arsene Wenger dan Arsenal

Arsene Wenger saat menjadi pelatih Arsenal di tahun pertamanya tahun 1996

Arsene Wenger saat menjadi pelatih Arsenal di tahun pertamanya tahun 1996

Wenger diangkat sebagai manajer klub di London Utara pada tahun 1996 lalu. Saat itu ia menjadikannya sebagai salah satu ‘pembangkit tenaga listrik’ untuk Sepak Bola Eropa. Namun sayangnya dibawah kepemimpinannya Ia telah membawa Arsenal memenangkan 3 gelar Liga Premier dan 7 Piala FA, sebuah hasil yang mengecewakan bagi pendukung Arsenal saat ini. Apalagi ia telah gagal membawa Arsenal dalam dua tahun terakhir mendapatkan tiket menuju Liga Champions.

Arsene Wenger mengakui kesalahan terbesarnya

Saat berbicara dengan Stasiun Radio Prancis RTL, Ia ditanya apa kesalahan terbesarnya dalam karirnya, Pria berusia 69 tahun itu berkata “Mungkin tinggal di klub yang sama selama 22 tahun. Saya seseorang yang menyukai hal-hal baru, suka akan perubahan. Tapi saya juga suka tantangan . Saya menjadi tahanan untuk tantangan saya setiap kali. ”

Ia juga mengungkapkan bahwa dia menyesal mengabaikan bagian lain dari hidupnya dalam usahanya untuk mencapai kejayaan di sepakbola.

Arsene Wenger saat menjadi pelatih Arsenal di tahun terakhirnya, yang sering mengalami kekalahan

Arsene Wenger saat menjadi pelatih Arsenal di tahun terakhirnya, yang sering mengalami kekalahan

“Saya menyesal telah mengorbankan semua yang telah saya lakukan karena saya menyadari saya telah menyakiti banyak orang di sekitar saya. Saya telah mengabaikan banyak orang. Saya telah mengabaikan keluarga saya, saya telah mengabaikan banyak orang yang dekat dengan saya, “.

Ia menambahkan,  “Tetapi dalam lubuk hati saya , ada pria yang terobsesi dan egois dalam mengejar apa yang dicintainya. Dia melewatkan banyak hal lain. Tapi itu adalah pencapaian yang harus dikejar pada saat yang sama. “.

“Seringkali, saya ditanya apakah Thierry Henry dan Patrick Vieira akan menjadi manajer yang baik dan saya selalu menjawab ya. Mereka memiliki semua kualitas; mereka cerdas, mereka tahu sepakbola, mereka memiliki keahlian yang sangat baik, tetapi apakah mereka ingin mengorbankan apa yang dibutuhkan untuk dikorbankan hanya untuk melakukan itu? Ini adalah obsesi yang memantul di sekitar kepala Anda siang dan malam. “, lanjutnya.

“Kamu bangun jam 3 pagi berpikir, ‘Haruskah aku memainkan yang ini atau yang itu? Apakah cara ini atau itu yang terbaik untuk memenangkan pertandingan ini?’ Ini adalah pekerjaan yang tidak pernah Anda tinggalkan. “.

Arsene Wenger dan masa depannya

Wenger pun akhirnya meninggalkan Emirates stadium di akhir musim lalu. Ia sempat mengatakan pada bulan Mei bahwa dia sudah memiliki banyak tawaran pekerjaan, namun dia perlu waktu untuk memutuskan apakah dia ingin tetap menjadi manajer atau mengambil peran yang berbeda. Dan saat ini, ia belum memutuskannya.

Arsene Wenger mengusung salah satu piala di Premier League

Arsene Wenger mengusung salah satu piala di Premier League

Ia pun mengatakan,  “Saya belum memutuskan. Saya bertanya pada diri sendiri pertanyaan yang sama! Apakah saya terus melakukan apa yang telah saya lakukan, apa yang saya ketahui? Atau apakah saya berbagi semua pengetahuan yang saya miliki?”

“Berakumulasi selama bertahun-tahun tentang pemain dan olahraga dengan cara yang berbeda? Itulah pertanyaan yang harus saya jawab dalam 2 hingga 3 bulan ke depan.”.

Sepertinya banyak pihak yang berharap bahwa Arsene Wenger menyesali apa yang telah dilakukannya karena tak memberikan kesempatan untuk pelatih lainnya membela Arsenal dalam kurun waktu 22 tahun. Namun akan menarik untuk melihatnya melatih tim selain Arsenal bahkan mencoba bermain di bidang olahraga yang lainnya.