Buffon : Verratti Adalah Satu-Satunya Bakat Nyata Di Italia

Belum lama ini penjaga gawang veteran Italia yaitu Gianluigi Buffon, menganggap saat ini hanyalah Marco Verratti sebagai “satu-satunya bakat sepakbola Italia”. Padahal masih banyak pemain lainnya yang potensial seperti Roberto Inglese, Federico Bernardeschi, Ciro Immobile, Andrea Belotti, Jorginho dan masih banyak lagi.

Timnas Italia dan Dunia

Memang kiper yang masih aktif menjadi pemain walaupun telah berusia 40 tahun itu, telah menyaksikan timnas Italia kesulitan bertahan dengan timnas lainnya, terutama dalam beberapa tahun terakhir. Sebut saja yang masih hangat dalam ingatan dimana salah satu tim yang diunggulkan, gagal lolos ke Piala Dunia 2018, pertama dalam enam puluh tahun terakhir.

Gianluigi Buffon dan timnas Italia gagal lolos ke babak penyisihan Piala Dunia 2018 karena kalah dari Swedia

Gianluigi Buffon dan timnas Italia gagal lolos ke babak penyisihan Piala Dunia 2018 karena kalah dari Swedia

Tentunya mereka ingin bangkit dari keterpurukan, dimana saat ini Roberto Mancini telah mengambil alih kursi kepelatihan, setelah pelatih sementara mereka yaitu Luigi Di Biagio, menggantikan Gian Piero Ventura yang dipecat karena alasan diatas. Diketahui Ia sedang mencari cara untuk menemukan perpaduan yang tepat antara pemain muda dan pemain pengalaman. Salah satunya dengan merekrut Marco, yang masih muda sekaligus berpengalaman.

Gianluigi Buffon dan Marco Verratti

Mantan kiper timnas Italia itu sempat mengatakan kepada media Gazzetta dello Sport tentang rekan satu klubnya di Paris Saint Germain dan mengatakan, “Marco adalah pemain yang luar biasa, saat ini dia adalah satu-satunya bakat sepakbola Italia dalam hal bagaimana dia memainkan permainan , kualitas sentuhannya dan caranya melihat pertandingan. “.

“Ketika dia bermain dengan pemain normal dia bisa berjuang karena mereka tidak mengerti dia, kadang-kadang mereka yang berjuang keras memahami orang lain. “.

Marco Verratti dan Gianluigi Buffon saat masih bersama membela timnas Italia

Marco Verratti dan Gianluigi Buffon saat masih bersama membela timnas Italia

“Di sini, Marco beruntung bermain bersama pemain hebat yang segera bisa memahami ke mana bola akan pergi dan di mana mereka menginginkannya sehingga Anda melihat bahwa semua gerakannya di fasilitasi.”.

Gianluigi Buffon dan Juventus

Sementara disisi lain Buffon meninggalkan klub yang dibelanya selama 17 tahun di Italia yaitu Juventus, dan bergabung dengan Verratti di PSG di musim panas lalu. Ia pun mengungkapkan bahwa dirinya masih menyaksikan pertandingan mantan klubnya yang melanjutkan usahanya mengoleksi piala di Serie A.

Ia menambahkan, “Juve adalah Juve dan saat ini mereka sebagian besar di atas semua orang di Italia, dan di Eropa juga mereka berada di tiga besar tanpa keraguan. Mereka seharusnya menjadi contoh bagi tim Italia lainnya.”.

Memang sulit untuk menghadapi Juventus yang bertabur bintang apalagi saat ini merekrut pemain besar yang telah memenangkan Liga Champions tiga kali secara beruntun, yaitu Cristiano Ronaldo. Namun bukan berarti mereka tak bisa dikalahkan sama sekali.

Dan terlepas dari itu, masih menjadi pertanyaan apakah Gianluigi Buffon yang hanya menganggap saat ini hanyalah Marco Verratti sebagai “satu-satunya bakat sepakbola Italia”. Apakah karena ia mendukung timnya semata? Ataukah memang dengan segudang pengalamannya ia mampu melihat bahwa tak ada pemain yang bisa mengangkat timnas Italia? Semoga saja tidak.