Category Archives: Serie A

Higuain Jadi Mimpi Buruk Nyata Untuk Napoli

Gonzalo Higuain

Datang lagi ke San Paolo sebagai lawan, Gonzalo Higuain menunjukkan jika dia memang menjadi mimpi buruk untuk Napoli. Dia yang mengubur impian Napoli untuk menjadi juara di Coppa Italia.

Higuain menjadi pahlawan balik kelolosan Juventus ke final Coppa Italia. Striker tim nasional Argentina itu mencetak dua gol dalam pertandingan putaran kedua babak semifinal yang diselenggarakan di stadion San Paolo, Kamis (6 April 2017) dinihari WIB.

Napolo memang mengalahkan Juventus dengan skor 2 – 3 dalam pertandingan tersebut. Namun La Vecchia Signora tetap lolos dengan keunggulan agregat 5 – 4 berkat kemenangan 3 – 1 di putaran pertama.

Pada laga di San Paolo dinihari tadi, Higuain kembali disoraki oleh fans Napoli setiap kali membawa bola. Sambutan yang dia terima tidak jauh berbeda dengan saat kembali ke San Paolo untuk pertama kalinya di laga Serie A pada akhir pekan lalu.

Kali ini Higuain bisa sedikit mengangkat dagunya berkat gol-gol yang disarangkannya. Akhir pekan lalu ketika Juventus dan Napoli bertanding di Serie A, mantan penyerang Real Madrid itu bahkan sama sekali tak membawa bola ketika berada di kotak penalti Partenopei.

Pelatih Napoli, Maurizio Sarri secara sportif mengakui keunggulan dari mantan pemainnya itu. Ketika sedang on fire, Sarri menilai jika pemain berusia 29 tahun itu selalu bisa membawa timnya menang.

“Itu adalah El Pipita yang saya lihat selama sekitar 30 pertandingan musim lalu. Dia berhasil mencetak gol jarak jauh, dia adalah seorang striker yang hebat dan ketika ia bersemangat dia selalu memenangkan timnya,” ucap Sarri.

Ini berarti Higuain sudah mencetak tiga gol ke gawang Napoli di musim ini. Dari catatan yang dirilis oleh Opta, ini adalah catatan terbaik Higuain saat melawan klub lain. Higuain juga mencetak tiga golnya itu hanya melalui tiga tembakan ke arah gawang.

Incoming search terms:

  • jurnal mimpi buruk

Montella: AC Milan Kesulitan Bobol Pertahanan Pescara

Montella AC Milan

Pelatih AC Milan, Vincenzo Montella kecewa atas hasil imbang yang didapatkan oleh timnya saat menghadapi Pescara. Menurut Montella, Il Diavolo Rosso tak bisa menemukan solusi untuk menembus lini pertahanan tuan rumah.

“Kami seharusnya bisa bermain lebih baik di babak pertama. Kami seharusnya lebih cepat dalam penguasaan dan tanpa bola. Kami harus meningkatkan ini, khususnya melawan tim dengan pertahanan yang rapat,” ungkap Montella seperti yang dilansir dari situs resmi AC Milan

“Kami harus segera menemukan solusi yang berbeda dengan bergerak di sekitar lapangan lebih baik. Kami sedang mencobanya, tapi belum membuahkan hasil.”

AC Milan ditahan imbang 1 – 1 oleh Pescara pada pertandingan lanjutan Serie A 2016/2017, di Stadion Adriatico-Giovanni Cornacchia, Minggu (2 April 2017). Pertandingan ini diwarnai kesalahan yang dilakukan oleh penjaga gawang Rossoneri, Gianluigi Donnarumma.

AC Milan kebobolan lebih dulu dari Pescara usai Gabriel Paletta mencetak gol bunuh diri pada menit ke-12. Gol ini berasal dari kesalahan yang dilakukan Gianluigi Donnarumma ketika gagal mengantisipasi backpass Gabriel Paletta.

AC Milan akhirnya berhasil mengamankan satu poin usai menyamakan kedudukan pada menit ke-41 melalui gol dari Mario Pasalic. Dia berhasil memanfaatkan bola liar di kotak penalti tuan rumah yang terjadi setelah Gerard Deulofeu gagal membobol gawang Vincenzo Fiorillo. Skor jadi imbang 1 – 1 dan kedudukan ini bertahan hingga laga usai.

“Menjelang akhir, kami melakukan usaha yang lebih keras, kami bereaksi menunjukkan kebanggaan kami dan saya menyukai sikap ini, walaupun masih belum cukup. Kami menerima hasil imbang ini, berharap itu bisa memberi kami rasa lapar lebih untuk bangkit kembali dan naik ke atas klasemen. Pikiran AC Milan sekarang adalah ke pertandingan selanjutnya,” Montella mengakhiri.

Incoming search terms:

  • berita ac milan

Pirlo Tinggalkan Milan Karena Allegri

andrea pirlo

Gelandang veteran Italia, Andrea Pirlo angkat bicara soal alasan dibalik kepergiannya dari AC Milan pada tahun 2011 silam. Pirlo menuturkan ada sejumlah faktor yang menyebabkan dia bergabung dengan Juventus usai pergi dari San Siro.

Pirlo mengatakan jika kehadiran Massimiliano Allegri menjadi alasan utama dibalik kepergiannya dari San Siro. Pirlo merasa jika dia tidak suka dengan materi yang disiapkan oleh manajer yang saat ini menangani Juventus tersebut.

Padahal Pirlo merupakan salah satu pemain andalan bagi Il Diavolo Rosso. Sepuluh tahun merumput di sana, Pirlo telah memenangkan banyak gelar, termasuk dua gelar Liga Champions (2003 dan 2007) dan dua gelar scudetto pada musim (2003/2004 dan 2010/2011).

“Saya sudah berhasil memenangkan banyak gelar dan bermain di tiga klub terbesar di Italia. Saya menikmati kebersamaan dengan AC Milan, kami sudah meraih juara Liga Champions, Scudetto, dan kami adalah tim yang sangat luar biasa,” ujar Pirlo.

“Ada masalah dengan pelatih di Milan saat itu, karena saya cedera selama empat bulan. Ketika saya sudah kembali bermain, awalnya semua berjalan dengan baik namun selanjutnya dia tidak bisa merubah formasi pada saat itu juga,” terangnya.

Walaupun baru saja memenangkan scudetto keduanya bersama Rossoneri di tahun 2011, Pirlo memilih hengkang dengan status bebas transfer. Perselisihan dengan Allegri kala itu membuat Juventus seakan mendapatkan durian runtuh karena bisa mendapatkan pemain sekelas Pirlo dengan gratis.

“Pada akhir musim, kontrak saya sudah berjalan selama 10 tahun lamanya, sudah waktunya saya memutuskan untuk melakukan perubahan, karena saya harus mencoba tantangan baru. Saya ingin pengalaman baru dan saya menerima tawaran Juventus,” lanjutnya.

Satu tahun pasca kedatangan Allegri ke Juventus untuk menjadi pengganti Antonio Conte, Pirlo pun lagi-lagi pergi pada tahun 2015. Dan sekarang dia dia sedang merumput di Amerika Serikat bersama New York City.