Daftar Manajer Top Barcelona Yang Sebelumnya Menjadi Pemain Mereka

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa Barcelona sangat beruntung memiliki beberapa pemain yang paling sukses dalam sejarah sepak bola, bahkan tak jarang selain membantu klub meraih banyak gelar juara, mereka sendiri telah memenangkan penghargaan individu untuk dirinya sendiri. Karena itulah setelah pensiun, beberapa dari mereka dihargai klub dengan direkrut menjadi manajer di Camp Nou. Dan inilah tiga manajer top Barcelona yang sebelumnya menjadi pemain mereka.

3. Luis Enrique

Pemain asal Spanyol ini mengawali karirnya di Sporting Gijon, mulai dari akdemi mereka, hingga dipromosikan untuk berlaga di tim utama. Namun dengan performanya ia direkrut Real Madrid, pada tahun 1991. Namun walaupun menjadi kapten kesebelasan dan mencetak gol saat menjalani El Clasico dan mencetak beberapa gol, ia merasa kurang dihargai oleh suporter Madrid.

Ia pun akhirnya beralih menuju rivalnya, Barcelona dan berhasil membuktikan diri ketajamannya di mulut gawang. Enrique menunjukkan performa yang sangat kuat, energetik, bertekad tinggi, dan pekerja keras. Dan dengan bakat, keterampilan teknis dan staminanya uang luar biasa Ia mengakhiri karier di Barcelona dengan 73 gol liga. Sayangnya, ia pensiun pada usia 34 tahun akibat penuaan, penurunan bentuk, dan cedera.

Namun setelah pensiun pada 2004, empat tahun kemudian ia dipercaya unutk mengolah tim cadangan Barcelona, dan tiga tahun kemudian, ia ditunjuk sebagai pelatih utama di AS Roma dan setahun kemudian di Celta de Vigo. Sayang ia tak berhasil mendapatkan pencapaian apapun. Meskipun demikian, Barcelona percaya dengan kemampuannya dan merekrutnya sebagai pelatih pada musim panas 2014.

luis Enrique saat menjadi pemain dan pelatih di Barcelona

luis Enrique saat menjadi pemain dan pelatih di Barcelona

Hasilnya diluar dugaan. Ia membuat sejarah pada tahun 2015, mengklaim treble untuk Barcelona (La Liga, Copa del Rey, dan Champions League), dan total mengakhirinya dengan sembilan piala dari enam kompetisi yang berbeda. Sulit untuk menampik fakta bahwa ia merupakan seorang yang membuat dampak besar baik sebagai pemain maupun sebagai manajer.

2. Pep Guardiola

Bisa dibilang ia merupakan manajer paling sukses dalam sejarah Barcelona, bahkan ia juga menjadi salah satu pemain sukses dengan klub tersebut dan menjadi bagian dari tim impian Johan Cruyff yang menaklukkan dunia sepak bola di tahun 90-an, dimana ia merupakan kapten tim di era tersebut yang berbasis kepemilikan, gaya menyerang intens.

Ia merupakan tulang punggung lini tengah Barca dimana Kreativitas dan adaptasinya di lapangan sangat luar biasa. Ia juga membantu tim untuk meraih Piala Eropa pertama kalinya dalam sejarah mereka, serta piala lainnya termasuk La Liga, Supercopa de Espana, Copa Del Rey dan sebagainya. Namun setelah 17 tahun mengabdi di tim utama Barcelona, ia mengundurkan diri karena alasan pribadi, dan sempat bermain di Brescia, Roma, Al-Ahli dan Dorados de Sinaloa sebelum gantung sepatu.

Pep Guardiola saat menjadi pelatih dan pemain Barcelona

Pep Guardiola saat menjadi pelatih dan pemain Barcelona

Ia pun menjadi pelatih di tim cadangan Barcelona satu tahun kemudian, dan dipromosikan ketim utama setahun berikutnya. Dan yang paling menarik, Ia menjadi manajer pertama dan satu-satunya yang memenangkan 6 trofi dalam satu musim. Empat tahun kemudian, Ia mengakhiri masa jabatannya dengan menambahkan delapan piala lagi, dan libur panjang sebelum ia mengambil jabatan kepelatihan bersama Bayern Munich (membawa tujuh piala dalam tiga tahun) dan kini sedang mengukir prestasi dengan Manchester City di Premier League.

1. Johan Cruyff

Sebuah nama yang akan selalu diingat di Barcelona dimana legenda asal Belanda tersebut merupakan kekuatan nyata selama hari-harinya saat ia diturunkan kelapangan. Kecemerlangan pribadinya membuatnya mendapatkan beberapa penghargaan individu termasuk IFFHS Player of the Century Eropa dan 3 penghargaan Ballon d’Or.

Ia mengasah dirinya di Ajax pada tahun 1967 dan dipromosikan ke tim utama tujuh tahun kemudian. Walaupun mengalami musim perdana dengan jatah bermain yang sedikit namun ia membuktikan di musim kedua dengan mencetak 25 gol dari 23 pertandingan yang melibatkannya. Dan sejak saat itu ia mendapatkan tempatnya di lapangan dan membantu klubnya meraih 17 piala dimana delapan diantaranya dari Eredivisie dalam waktu sembilan musim.

Ia kemudian beralih menuju Barcelona pada tahun dan membantu tim meraih gelar La Liga pertama mereka dalam 14 tahun dan membantu Barca meraih Copa Del Rey. Namun karena masalah finansial, ia beralih menuju Los Angeles Aztecs, Washington Diplomats, Levante dan Ajax sebelum gantung sepati di Feyenoord.

Johan Cruyff pelatih dan pemain legenda Barcelona

Johan Cruyff pelatih dan pemain legenda Barcelona

Setelah pensiun, Cruyff mengikuti jejak mentornya Rinus Michels, dengan mengelola tim muda Ajax, memenangkan Winners Cup Eropa pada tahun 1987. Ia kembali untuk mengelola ‘Dream Team’ Barcelona pada tahun 1988 di mana ia memimpin tim untuk meraih kejayaan setelah kejayaannya dengan sistem tiki- taka. Ia juga berhasil membantu Barcelona meraih trofi Liga Champions pertama mereka dalam sejarah tahun 1991-1992, serta empat trofi La Liga berturut-turut selama karier manajerialnya yang luar biasa.

Tim impiannya menghasilkan pemain sepakbola terbesar dalam sejarah dan menjadi sukses dalam karir mereka terutama Pep Guardiola. Namun walaupun ia telah tiada namun namanya tetap berkibar hingga saat ini dengan berbagai penghargaan atas namanya, seperti, Johan Cruijff Shield, Johan Cruijff Award, dan beberama nama institut, yayasan serta nama bangunan megah yang dihubungkan dengan namanya.

Baca juga : 5 Pemain Bintang Yang Menolak Masuk Barcelona

Demikianlah tiga manajer top Barcelona yang sebelumnya menjadi pemain mereka ini. Namun diluar itu, banyak juga pemain Barcelona yang telah menjadi manajer diluar Barcelona seperti Ronald Koeman, Frank de Boer dan masih banyak lagi. Simak terus infonya disini ya.