Dikalahkan Crystal Palace, Arsenal Terancam

Baru saja mengakhiri laju buruknya di pekan lalu, Arsenal sekarang sudah kembali bertatap muka dengan kekalahan, dengan tim papan bawah pula. Sang manajer, Arsene Wenger mengaku jika situasinya saat ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Arsenal ditaklukkan 3 gol tanpa balas dalam kunjungan ke markas Crystal Palace, pada hari Selasa (11 April 2017) dinihari WIB. Andros Townsend, Yohan Cabaye, dan Luka Milivojevic menjadi aktor yang mempermalukan The Gunners.

Kekalahan ini membawa Arsenal lagi-lagi berada dalam situasi negatif, setelah sempat bangkit dengan kemenangan 3 – 0 atas West Ham United di pekan lalu. Ini berarti The Walcott dan kawan-kawannya hanya menang sekali di lima partai Premier League terakhir, sementara menelan tiga kekalahan dan satu kali imbang.

Hasil itu juga menjadi pukulan telak dalam misi Arsenal masuk ke empat besar. Saat ini mereka tertahan di posisi enam klasemen dengan perolehan 54 poin dari 30 pertandingan, tertinggal tujuh poin dari Manchester City yang ada di peringkat empat yang merupakan batas zona Liga Champions.

Wenger merasa jika yang kali ini harus dikhawatirkan bukanlah mengenai masa depannya sebagai manajer The Gunners yang terancam, namun soal bagaimana timnya bisa dibuat tidak berkutik saat menghadapi tim papan bawah.

“Anda paham bahwa para pendukung kami sangat marah dengan kekalahan ini. Mereka datang ke sini dengan keinginan agar kami akan memenangi pertandingan,” kata Wenger kepada Sky Sports.

“Dalam setiap kekalahan pasti ada perasaan khawatir yang mendalam. Saya sudah menangani Arsenal lebih dari 1.100 pertandingan dan kami tidak terbiasa dengan itu.”

“Kali ini kekhawatiran yang kami rasakan sudah sangat besar. Sayangnya situasinya seperti itu dan kami harus merespons dengan sangat cepat dan tidak menerima ini.”

“Saya sangat kecewa dan berharap bisa segera membereskan persoalan ini. Malam ini kekhawatirannya bukan soal saya, melainkan fakta bahwa kami kalah di sebuah laga penting dan itu adalah kekhawatiran besar,” tutup Wenger.