Gianluigi Buffon : Berbagi Menit Bermain Adalah Wajar

Gianluigi Buffon belum lama ini mengungkapkan bahwa hubungannya dengan penjaga gawang lain ditimnya yaitu Alphonse Areola, sangat baik. Walaupun berbagi menit bermain, namun Ia merasa wajar, karena keduanya tetap memiliki satu tujuan yaitu menempatkan Paris Saint-Germain di puncak teratas di berbagai kompetisi.

Profile Gianluigi Buffon

Buffon dipromosikan ke tim utama Parma Calcio pada tahun 1995 setelah empat tahun sebelumnya ia bergabung di akademi mereka . Perlahan ia mulai mendapatkan waktunya serta mulai menyingkirkan pesaingnya, Luca Bucci dan Alessandro Nista. Dengan performanya saat itu, ia mampu membuat Juventus tertarik untuk memilikinya.

Gianluigi Buffon saat menyelamatkan gawang Juventus menghadapi Lyon

Gianluigi Buffon saat menyelamatkan gawang Juventus menghadapi Lyon

Pada musim panas 2001, ia berhasil direkrut oleh Bianconeri dengan tebusan 52 juta euro, menjadi kiper termahal didunia dalam waktu lama. Saat itu ia menggantikan Edwin Van der Sar, yang dijual ke Fulham. Dan dengan performanya saat itu, ia menjadi salah satu pemain utama timnya, bahkan untuk timnasnya Italia dan meraih gelar juara Piala Dunia 2006.

Akhirnya Juventus melepaskan dirinya pada musim panas lalu, setelah melibatkannya dalam 656 pertandingan di semua  kompetisi secara gratis karena usianya sudah memasuki kepala empat. Meskipun demikian, ia masih diminati oleh klub lain dan secara mengejutkan mereka adalah raksasa Liga Prancis, PSG.

Gianluigi Buffon dan PSG

Banyak yang beranggapan bahwa sang veteran akan lebih sering menghiasi bangku cadangan sementara rekannya Alphonse Areola dan Kevin Trapp tetap mengambil alih kekuasaan dibawah mistar gawang. Namun ternyata Trapp dipinjamkan menuju Eintracht Frankfurt dan Areola berbagi menit bermain dengan Buffon.

Veteran Italia itu memulai laga perdananya di musim ini menghadapi AS Monaco di Trophee des Champions dan memenangkannya. Ia juga memainkan dua pertandingan pertama di Ligue 1. Barulah Areola mengambil sarung tangannya  untuk empat laga setelahnya termasuk saat menghadapi Liverpool di babak penyisihan Liga Champions. Dan dua laga berikutnya ia menghangatkan bangku cadangan lagi.

Gianluigi Buffon dan Alphonse Areola

Buffon yang sempat mengungkapkan Marco Verratti adalah satu-satunya bakat nyata di Italia, menjelaskan bahwa pembagian menit bermain dalam sebuah klub pada dasarnya wajar. Ia pun mengatakan,  “Di semua tim besar, ada dua kiper besar.”.

Gianluigi Buffon dan Alphonse Areola berbagi menit bermain di PSG

Gianluigi Buffon dan Alphonse Areola berbagi menit bermain di PSG

“Real Madrid bermain dengan [Thibaut] Courtois dan [Keylor] Navas, saya pikir itu normal. Alphonse dan saya memiliki perasaan yang baik, kami harus selalu meningkatkan, juga di Liga Champions, tetapi itu akan dilakukan selangkah demi selangkah. “.

“Di Liga Champions, Anda membutuhkan kondisi fisik dan mental terbaik.”

Dan saat ditanya tentang penampilan terakhirnya menghadapi  Reims pada hari Rabu kemarin, dimana ia kebobolan sebuah gol, ia mengatakan, “Saya pikir kami memiliki permainan yang bagus [menang 4-1] , dan kami juga membuat sejarah PSG dengan tujuh kemenangan beruntun,”.

“Namun saya selalu kesal ketika saya kebobolan gol. Itu normal, saya ingin menyelesaikan semua pertandingan tanpa kebobolan gol.”.

Walaupun menurut Buffon berbagi menit bermain adalah wajar, namun sampai kapankah hal ini terjadi? Sampai di usia berapakah ia diturunkan ke lapangan membela tim utama PSG? Tentu hal ini harus menjadi perhatian PSG, dimana mereka juga berpotensi kehilangan Areola, bahkan juga Trapp, dimana keduanya merupakan kiper yang sangat bagus.