Giggs Tunggu Sanches Unjuk Kebolehan Di Liga Inggris

Renato SanchesRenato Sanches mencoba bangkit dari masa-masa kelam saat bersama Bayern Muenchen dengan bergabung ke Swansea City. Mantan pemain Manchester United, Ryan Giggs yakin jika Sanches bisa meraih sukses di Premier League.

Sanches sempat jadi pembicaraan ketika tampil impresif dengan mengantarkan nasional Portugal menjadi juara di Piala Eropa 2016. Pemain berusia 20 tahun itu menyabet predikat sebagai pemain muda terbaik di turnamen tersebut.

Bayern Muenchen saat itu langsung meminatinya dan mendatangkannya Allianz Arena dari Benfica dengan nilai 35 juta euro, yang bisa bertambah hingga 45 juta euro. Tapi musim perdananya di Bayern berjalan kurang mulus, dengan Sanches kesulitan mendapatkan tempat bermain dan menunjukkan kemampuan aslinya.

Di musim panas kemarin, Swansea City secara mengejutkan berhasil mendapatkan Sanches dengan status pinjaman dari Die Roten. Perekrutan ini dinilai sebagai sebuah transfer yang sangat tepat oleh pemain legendaris Manchester United, Ryan Giggs.

Sanches akan mendapat keuntungan dengan kesempatan bermain dan gaya permainan yang lebih cocok untuknya. Sementara Bayern Muenchen setidaknya bisa membiarkan Sanches mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan mendapatkan kematangan.

“Renato Sanches tidak cukup baik di bersama FC Bayern di musim lalu. Hal seperti itu memang bisa saja terjadi: seorang pemain muda pindah negara, bahasa yang berbeda, sebuah klub besar, dan banyak harapan-harapan,” ungkap Ryan Giggs seperti yang dilansir dari Sky Sports.

“Tapi Renato punya potensi dan Premier League akan cocok untuknya karena dia adalah seorang pemain yang agresif. Dia bisa melakukan tekel, dia bisa menyerang, dan dia pergi ke klub yang memainkan sepakbola dengan cara tepat, jadi saya rasa dia bisa berhasil di Inggris,” imbuh Ryan Giggs.

Giggs memang sudah tahu bagaimana kualitas Sanches karena sempat mengamatinya selama menjadi asisten manajer untuk Louis van Gaal di Manchester United. Giggs tidak ragu bahwa karakter Renato Sanches itu pas dengan Premier League.

“Saya ingat menyaksikannya tiga tahun lalu saat menjadi asisten untuk Louis van Gaal dan langsung menyukainya. Saya berpikir saat itu bahwa karakter permainannya akan sangat cocok dengan sepakbola Premier League,” tutup Ryan Giggs.