Hitzfeld Dukung Ancelotti Bertahan di Bayern

Ottmar Hitzfeld adalah salah satu sosok yang mendukung keberadaan Carlo Ancelotti di Bayern Munchen. Hitzfeld berharap para petinggi klub mau memberikan kesepakatan baru yang akan membuat Ancelotti bertahan lama di Allianz Arena.

Seperti yang sudah didengar, Ancelotti telah diragukan akan memberikan banyak gelar pada Munchen. Dengan begitu, isu pemecatan Ancelotti terus berkembang luas dipasaran.

Sebenarnya keberadaan Ancelotti tak buruk, dimusim perdana sang pelatih sukses mengantarkan Munchen meraih gelar Bundesliga dan sukses mengantarkan Munchen ke semi final Liga Champions sebelum disingkirkan Real Madrid.

Namun semua nampak berubah ketika, Ancelotti tak kunjung memberikan dampak positif dari hasil-hasil Bundesliga. Tertinggal tiga angka karena kalah 0-2 dari Hoffenheim dan juga hasil imbang 2-2 melawan Wolfsburg telah memunculkan spekulasi Ancelotti akan didepan dalam waktu dekat.

Dan sampai pada akhirnya jika Ancelotti kembali mendulang hasil buruk kontra Paris Saint Germain dilanjutan Liga Champions malam ini, maka posisi Ancelotti semakin goyang. Meski begitu, Hitzfeld selaku mantan bos Bayern, merasa masih terlalu dini untuk menilai kinerja Ancelotti.

“Mereka memang memulai liga dengan sangat buruk, bahkan sampai saat ini. Ketika Anda berada di Munchen, maka setiap laga mereka analisa. Ancelotti terus tenang. Dia tahu bahwa tim tak bisa langsung menunjukkan performa terbaik. Idealnya memang tim menunjukkan itu di fase-fase vital di tiap kompetisi,” buka Hitzfeld.

“Ancelotti merupakan seorang pelatih hebat dengan segala pemikirannya. Dia tahu apa yang terpenting. Dia juga melakukan banyak rotasi. Dia terbiasa dengan tekanan. Dia hampir lagi membawa Munchen juara Bundesliga dan selalu menjadi penantang juara Liga Champions,”

“Saya berani katakan tim sekelas Bayern sampai ke semi final Liga Champions adalah sebuah prestasi. Itulah yang kami inginkan. Guardiola selalu melakukannya dan meski ada kritik, Ancelotti masih ada di jalur yang benar.” Hitzfeld mengakhiri.