Ingin Hapus Memori Buruk, Liverpool Bertekad Kalahkan Hoffenheim

LiverpoolTerakhir kali tampil di kompetisi Eropa, Liverpool memperoleh hasil yang tidak memuaskan. Satu-satunya cara menghapus kenangan buruk itu adalah dengan mengalahkan TSG 1899 Hoffenheim di pertandingan nanti malam.

Para pemain Liverpool tentu belum bisa melupakan kekalahan dari Sevilla di final Liga Europa pada tahun 2016 silam. Sempat memimpin 1 – 0 di babak pertama melalui sumbangan gol Daniel Sturridge, Liverpool menurun drastis di babak kedua dan akhirnya kalah dengan skor 1 – 3.

Itu juga menjadi penampilan terakhir Liverpool di kompetisi Eropa karena mereka hanya berlaga di ajang lokal musim lalu. Pada musim 2015/2016, The Reds hanya finis di peringkat delapan yang juga jadi musim perdana Klopp.

Satu tahun kemudian, Liverpool kembali tampil kompetisi Eropa setelah finis di peringkat keempat di Premier League. Fase grup Liga Champions jadi target mereka walaupun lawan berat harus mereka kalahkan lebih dulu yakni TSG 1899 Hoffenheim.

Tim asuhan Julian Nagelsmann itu dihujani pujian berkat performa apiknya di sepanjang musim lalu. Permainan kolektif jadi andalan TSG 1899 Hoffenheim untuk merebut kemenangan di putaran pertama yang akan diselenggarakan di kandangnya, Rabu (16 Agustus 2017) dinihari WIB nanti.

Namun, Liverpool tidak takut sedikitpun dan sudah siap tampil sebaik mungkin demi meraih kemenangan untuk memperbesar peluang lolos ke fase grup Liga Champions musim 2017/2018. Ini jadi satu-satunya cara menghapus kenangan buruk di final Liga Europa 2016.

“Malam yang menyakitkan untuk kami. Kekalahan di final Liga Europa 2016 sangat menyakitkan tapi Anda harus bisa belajar dari situ dan memastikan bahwa hal itu tidak akan terjadi lagi,” ungkap kapten Liverpool, Jordan Henderson seperti yang dilansir dari Soccerway.

“Kami harus menggunakan amarah itu untuk mengantarkan kami tampil bagus di Eropa tahun ini dan bisa melaju sejauh mungkin.”

“Tentu saja pertandingan besok sangat penting untuk kami namun Anda juga harus ingat bahwa pertandingan ini berlangsung dua putaran,” tutup Jordan Henderson.