Inilah Alasan Lionel Messi Segera Pensiun Dari Argentina (Untuk Selamanya)

Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa Argentina telah gagal melanjutkan performanya di Piala Dunia 2018 setelah menelan kekalahan menghadapi Prancis di babak perdelapan final, dengan skor 4-3. Hal ini membuat sebagian besar pakar percaya bahwa Lionel Messi, akan segera memutuskan untuk gantung sepatu dengan timnasnya. Dan inlah empat alasan mengapa sang bintang akan melakukan hal tersebut.

1. Keberuntungan telah meninggalkannya

Messi pernah menyatakan pengunduran dirinya dua tahun lalu setelah gagal empat kali di final Piala Dunia 2014, Copa America 2007, 2015 dan terakhir 2016.  Pemain Barcelona itu sempat mengatakan pada tanggal 26 Juni 2016 tentang keputusannya,

“Ini adalah momen yang sulit untuk dianalisis. Bagi saya, tim nasional sudah berakhir. Saya telah melakukan semua yang saya bisa, rasanya tidak menjadi juara. Sudah empat final, saya mencoba. Itu adalah hal yang paling saya inginkan, tetapi saya tidak bisa mendapatkannya, jadi saya pikir ini sudah berakhir. “.

Lionel Messi mengungkapkan pensiun dari timnas Argentina 2016

Lionel Messi mengungkapkan pensiun dari timnas Argentina tahun 2016

Ia pun dikecam oleh banyak orang karena menyerah pada takdir, namun, sudut pandang para penggemarnya yang bersemangat untuk mengubah pendiriannya, tidak bisa diabaikan. Apalagi sampai membuat kampainye ‘Don’t go, Leo’. Ia pun kembali merubah pikirannya dan mau menjalani pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia 2018.

Namun dengan melihat performa timnya di babak kualifikasi zona Eropa yang hampir saja terpeleset jika mereka tak memiliki dua poin lebih dari zona aman, serta performa timnya dibabak penyisihan grup yang juga hampir gagal jika tak meraih kemenangan saat menghadapi Nigeria, tampaknya dewi fortuna tak berpihak kepadanya lagi, saat menelan kekalahan tipis menghadapi Prancis dengan skor 4-3.  Dan kegagalan inilah mungkin akan menjadi faktor utama ia akan pensiun dari timnas Argentina.

2. Rekannya telah mengecewakannya

Seperti yang diungkap sebelumnya, Argentina memiliki penampilan yang biasa-biasa saja di babak kualifikasi, Maradona juga sempat melemparkan pernyataannya ke publik.

“Ketika saya bermain dan memiliki permainan yang buruk, (Jorge) Valdano dan (Jorge) Burruchaga muncul dan membantu saya. Messi tidak memiliki siapa-siapa. Itu semua dia sendiri.”.

Lionel Messi tak memiliki rekan yang mampu mendukung dibelakangnya

Lionel Messi tak memiliki rekan yang mampu mendukung dibelakangnya

Memang sepak bola adalah permainan tim dan hampir tidak dapat Anda harapkan dengan mengandalkan kepada seorang pemain bintang, sebaik apapun ia dilapangan. Tak perlu jauh-jauh dimana Robert Lewandowski yang telah menjadi top skorer di babak kualifikasi dengan 16 gol, demikian juga dengan Cristiano Ronaldo yang terpaut satu gol dibawahnya, mereka gagal karena tak memiliki tim yang unggul disemua lini. Messi pun demikian.

Bisa dibilang Messi memiliki skuad pemain yang pantas bermain dengannya dimana rekan-rekan setimnya telah mengecewakannya setiap waktu, tak henti-hentinya bergantung padanya untuk membuat keajaiban yang melekat padanya. Bisa dikatakan para pemain banyak tergantung padanya dan mungkin telah menghindari tanggung jawab mereka selama pertandingan, meskipun mengetahui bahwa pemain bintang mereka akan dijaga ketat. Namun, hampir tidak ada yang berusaha untuk melewati lawan dan menciptakan peluang senadainya Messi terus ditempel terus.

3. Selalu dibandingkan dengan Maradona

Adalah manusiawi jika orang ingin selalu membandingkan yang terbaik dalam bidang apa pun untuk mengetahui siapa paling unggul diantaranya. Tentu dalam kasus ini, ia selalu dibandingkan dengan legenda Argentina yaitu Diego Maradona, bahkan sejak awal karirnya yang gemilang di klubnya.

Lionel Messi Yang selalu dibandingkan dengan Diego Maradona

Lionel Messi Yang selalu dibandingkan dengan Diego Maradona

Apalagi beberapa persamaan diantara keduanya, dimana mereka  memiliki perawakan pendek, telah mencetak banyak gol diklubnya, dan juga keduanya memiliki gaya bermain yang serupa. Karena itulah Messi dianggap sebagai pewaris sempurna untuk El Diego. Namun, di kompetisi Internasional lebih sulit baginya untuk disamakan karena masih banyak faktor lainnya seperti metode latihan dan rekan setimnya. Hanya saja, orang masih tetap menyama ratakan performanya.

Setiap kali Messi gagal meraih piala, banyak pihak yang mencoba membandingkan bagaimana Maradona merebut Piala Dunia untuk Argentina dengan skuad yang kurang berbakat. Dia sering diejek dan diejek karena tidak bisa membawa pulang piala, meskipun dibilang ia memiliki pemain yang lebih baik dibandingkan dengan tim yang memenangkan kompetisi pada 1986.

Namun sepertinya hal ini akan menjadi perbandingan tanpa akhir dan takkan bisa disembuhkan walaupun ia sudah pensiun. Dan hal ini membuat Messi lebih tertekan dimana para pendukungnya berharap dirinya mampu melebihi dari legenda mereka. Apalagi setelah melihat Argentina keluar dari Piala Dunia 2018 ini, tak sulit melihat beban dipunggungnya bertambah lagi, membuat kekurangannya semakin nyata.

4. Harapan tipis meraih gelar juara Piala Dunia mendatang

Ada kemungkinan yang sangat besar Piala Dunia 2018 ini adalah kesempatan terakhirnya untuk mencicipi sebuah gelar internasional karena usianya telah memasuki 31 tahun. Mungkin ia juga bisa memaksakan diri untuk bermain di Qatar pada Piala Dunia 2022, namun apakah hal tersebut mengubah keadaan, dimana kemampuan dan keterampilannya akan semakin memudar? Bisa saja ia mencoba untuk memenangkan Copa America pada 2019 mendatang  namun mempertimbangkan kualitas skuad Argentina dan strategi mereka saat ini, sepertinya tidak mungkin membuahkan hasil yang berbeda.

Demikianlah empat alasan mengapa Lionel Messi akan memutuskan pensiun dari timnas Argentina dalam waktu dekat. Mungkinkah dengan mengganti pelatih mereka dengan strategi yang lebih masuk akal mampu membuatnya tetap membela negaranya dimusim yang akan datang? Kami harap begitu.