Ketika Diving Menjadi Sebuah Penyakit Yang Harus Segera Diberantas

Dalam beberapa pertandingan Premier League pekan lalu, sejumlah pemain terlihat melakukan diving. Hal itu mengundang perhatian dari mantan pemain Arsenal, Ian Wright. Wright pun meminta hal-hal seperti itu harus segera dihentikan

Penyerang Manchester United, Marcus Rashford dan gelandang Manchester City, Leroy Sane merupakan dua pemain yang disebut oleh Wright terlalu mudah terjatuh ketika melakukan kontak dengan pemain di dalam kotak penalti lawan.

Rashford sendiri menjadi sorotan dalam laga Manchester United melawan Swansea City. Ketika dia akan melewati kiper The Swans, Lukasz Fabianski, penyerang berkebangsaan Inggris tersebut terlihat menjatuhkan diri.

Wasit kemudian menghadiahkan penalti kepada MU, yang berhasil dimanfaatkan secara maksimal oleh Wayne Rooney. Laga MU melawan Swansea sendiri berakhir imbang 1 – 1 setelah Gylfi Sigurdsson mencetak gol penyeimbang lewat tendangan bebas.

Beberapa saat setelahnya, Manchester City juga memperoleh hadiah penalti kontroversial ketika bermain imbang 2 – 2 kala melawan Middlesbrough. Sane juga jatuh terlalu mudah ketika melakukan kontak dengan pemain The Boro, Marten De Roon.

Wright menganggap jika bahwa dulu memang diving hanya dinilai sebagai sebuah gangguan kecil dalam suatu pertandingan. Tapi dengan diving yang dilakukan oleh dua pemain tim asal Manchester akhir pekan lalu, Wright menganggapnya sebagai ‘penyakit’ yang lebih serius.

“Diving dulu adalah masalah kecil namun bisa sangat menjengkelkan dalam permainan. Sekarang diving lebih terlihat seperti sebuah penyakit dan kita harus segera menghentikannya agar tidak menyebar lebih luas,” kata Wright seperti yang dilansir dari The Sun.

“Saya melihat itu dalam tiga dari empat pertandingan Premier League pekan lalu, yang berakibat dengan penalti yang bisa mempunyai dampak besar. Masalah seperti ini bisa berpengaruh dengan semua hal yang terjadi pada tim-tim papan atas dan papan bawah klasemen.”.

Untuk meminimalisir kesalahan wasit dalam mengambil keputusan, FIFA sudah memperkenalkan teknologi video assistant referee (VAR). Ketika diuji coba dalam pertandingan persahabatan antara tim nasional Prancis melawan Spanyol bulan Maret silam, VAR terbukti bisa membantu wasit mengambil keputusan yang tepat.