Kiper Timnas Spanyol Dan Jerman Tak Suka Dengan Bola Piala Dunia 2018

Telstar 18 merupakan bola yang digunakan di Piala Dunia 2018 dipertengahan Juni mendatang. Dengan pembuatan menggunakan teknologi terbaru dan juga menanamkan chip didalamnya, membuat banyak pihak mengapresiasi model keluaran terbaru Adidas di turnamen besar empat tahunan ini. Namun diketahui, si kulit bundar ini ternyata menjadi musuh bagi kiper timnas yang telah berpengalaman menjaga gawang mereka di Piala Dunia sebelumnya dan juga di klub mereka. Inilah alasannya.

Memang pada bulan Maret lalu beberapa timnas mengadakan pertandingan persahabatan dimana mereka telah menggunakan bola resmi Piala Dunia 2018, Telstar 18. Hal ini berguna untuk menguji kemampuan mereka maupun bola yang akan dimainkan di turnamen itu. Namun hasilnya tak sesuai dengan yang diharapkan beberapa kiper kelas dunia tentang model bola tersebut,walaupun telah diuji dalam segala hal oleh labotarium material di Swiss.

Kiper Yang Tak Suka Dengan Telstar 18

Diketahui ada tiga kiper timnas yang tak suka dengan bola yang akan digunakan di final Piala Dunia 2018 mendatang, salah satunya adalah Pepe Reina. Penjaga gawang Napoli sekaligus kiper timnas Spanyol itu sempat mengkritik keras bola resmi Piala Dunia itu karena ringannya bola tersebut dan mengatakan,

“Bola itu melakukan hal-hal yang aneh, memiliki daya terbang yang tak terkendali, dan sangat dapat diperbaiki (kualitasnya). Saya bertaruh bahwa di Piala Dunia kita akan melihat setidaknya 35 gol dari jarak jauh karena tidak ada yang bisa menduga arahnya,”.

Rekan senegaranya yang menjadi kiper Manchester United yaitu David De Gea, juga mengalami hal yang serupa, dimana ia sempat menelan gol jarak jauh dari Thomas Muller saat menghadapi timnas asal Jerman, dan mengatakan,

“Bola ini ditutupi oleh film plastik yang menghalangi daya cengkramnya, dan kami sebagai kiper akan memiliki banyak masalah dengan bola ini,”.

Rivalnya saat itu yaitu kiper Jerman yang membela Barcelona, Marc-Andre Ter Stegen, juga setuju dengan keduanya, namun ia lebih pasrah untuk mengadapinya dengan mengatakan,

“Bola itu bisa ditingkatkan lebih baik lagi , karena bolanya banyak bergerak. Namun saya pikir kita harus terbiasa bekerja dengannya dan mencoba untuk mencapai kendali sebanyak mungkin sebelum Piala Dunia dimulai”.

Telstar 18 Bagus Untuk Pemain di lapangan, Penggemar, Namun Tidak Untuk kiper

Seperti yang diungkap di artikel sebelumnya, Telstar 18 selaku bola resmi Piala Dunia 2018, memiliki teknologi kekinian, dimana bola tersebut merupakan bola Piala Dunia pertama dengan chip NFC (Near Field Communication). Teknologi ini memungkinkan penggemar untuk memindai bola dengan smartphone mereka, membuka informasi, dan tantangan yang dibuat oleh FIFA. Sebagian para penggemar cukup kagum dengan teknologi ini.

David De Gea tak mampu mempredisi Telstar 18

David De Gea tak mampu mempredisi Bola Piala Dunia

Sementara pemain di lapangan diketahui dengan performa Telstar 18 karena akan membuat kiper lawan menderita. Lionel Messi, yang sempat melakukan presentasi perkenalan bola itu pertama kali dari FIFA pada November tahun lalu mengungkapkan kesenangannya dengan bola baru tersebut. Ia pun mengatakan, “Saya beruntung mengetahui bola lebih awal dan saya harus mencobanya. Saya suka semuanya: desain baru, warna, semuanya,”.

Sementara pemain Tim Nasional Brasil Dani Alves, sempat mengatakan setelah pertandingan persahabatan melawan Rusia bahwa bola tersebut menguntungkan bagi mereka yang menendangnya dan bukan bagi mereka yang harus menghentikannya. “Bola menyenangkan saya, ini sangat bagus, bagus untuk pemain yang menendang, tetapi tidak untuk kiper, tapi tidak apa-apa, mereka mengambil kesenangan sepakbola,”.

Bola Piala Dunia Tidak Seperti Bola Pada Umumnya

Adidas adalah perusahaan perlengkapan olahraga yang telah membuat bola dari Piala Dunia sejak tahun 1970, namun semenjak penerapan teknologi baru tepatnya sejak tahun 2002. produknya telah menjadi pusat kritik. Sebut saja di Piala Dunia Korea dan Jepang 2002, dimana bola model Fevernova dikritik karena ukurannya, beratnya yang terlalu ringan, dan teksturnya.

Bola Piala Dunia 1970 hingga 2018 diproduksi Adidas

Bola Piala Dunia 1970 hingga 2018 diproduksi Adidas

Sementara pada Piala Dunia 2006 di Jerman, bola model Teamgeist digunakan. Mereka tidak menggunakan 32 panel segi lima, melainkan 14 panel yang melengkung. Beberapa pemain mengkritik bola tersebut dan mengatakan bahwa Teamgeist sangat ringan, sementara jika basah, hal itu mengubah karakteristik perlakuan yang diterapkan kepadanya.

Empat tahun kemudian, di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan, model bola Jabulani juga dikritik bahkan paling dikritik dalam sejarah Piala Dunia. Kiper Brasil Julio Cesar sempat mengatakan,  “Ini mengerikan. Tampaknya ini salah satu bola yang dibeli orang di supermarket”. Sementara penjaga gawang Spanyol, Iker Casillas, mengatakan bahwa bola itu seperti bola pantai, rekannya kiper Italia yaitu Gianluigi Buffon juga mengatakan, “Saya pikir itu memalukan untuk bermain dengan bola seperti ini di turnamen penting,”.

Bola Piala Dunia 2018 Telstar 2018 dimusihi kiper

Bola Piala Dunia 2018 Telstar 2018 dimusuhi kiper timnas?

Brazuca yang menjadi model bola di Piala Dunia Brazil 2014 agak lebih baik, walaupu masih ada. Namun dengan bahan sintetis seperti poliuretan, seandainya bola basah takkan merubah karakteristi secara drastis.

Namun kini Adidas dan FIFA kembali lagi menerapkan langkah mundur, dimana Telstar 18 menjadi salah satu kontroversi terbesar dari Piala Dunia 2018 di Rusia. Walaupun pembuatannya menggunakan teknologi terbaru dan teruji melalui lab ternama serta juga menanamkan chip didalamnya, membuatnya menjadi musuh bagi kiper timnas yang telah berlaga di turnamen tersebut, meskipun telah berpengalaman dan menjadi andalan kiper timnas dan klub mereka. Mungkinkah ada perubahan yang akan terjadi di pertengahan Juni mendatang?