Lopetegui Tak Takut Mengecewakan Pemain Bintang Madrid

Mempertahankan sesuatu lebih sulit dibandingkan memperjuangkannya. Hal ini mungkin lebih tepat untuk Julen Lopetegui yang menggantikan posisi Zinedine Zidane di Real Madrid yang telah membawa Real Madrid meraih tiga gelar juara Liga Champions dalam waktu dua setengah tahun. Tentu saja Ia menjadi bahan perbandingan dengan Zidane, namun mantan pelatih Spanyol itu tidak takut untuk mengecewakan pemain bintang Madrid. Pasalnya walaupun strateginya berbeda dengan pelatih sebelumnya, ia yakin akan memenangkan semua kompetisi dengan caranya.

Real Madrid dan Zinedine Zidane

Prestasi Zinedine Zidane saat bersama Real Madrid

Prestasi Zinedine Zidane saat bersama Real Madrid

Seperti yang kita ketahui bahwa Zinedine Zidane terkenal dengan caranya menangani pemain bertabur bintang Real Madrid dan dalam waktu dua setengah tahun menggantikan Rafael Benitez yang dipecat pada awal Januari 2016. Namun dengan pengalamannya yang hanya melatih tim muda Madrid, ia berhasil meraih sembilan piala, satu piala La Liga dan Supercopa de Espana, sepasang UEFA Super Cup dan FIFA Club World Cup dan tiga piala Liga Champions. Tentu yang paling mengesankan adalah saat ia memboyong piala Liga Champions dan hingga saat ini belum ada yang mampu menyamai rekor ini, apalagi secara beruntun. Sayang ia memilih untuk meninggalkan timnya di musim panas lalu.

Real Madrid dan Julen Lopetegui

Mengikuti prestasi yang sama tentu akan sangat menyulitkan bagi penerusnya yang melatih Real Madrid, dimana saat ini mereka diasuh oleh Julen Lopetegui. Mantan pelatih timnas Spanyol itu bisa dipastikan terbebani dengan prestasi tersebut, apalagi penggemar Madrid sangat kritis dalam mendukung timnya. Namun secara diluar dugaan Ia mengaku siap untuk  mengambil keputusan yang tidak populer, sesuai dengan gayanya sendiri.

Zinedine Zidane dan Julen Lopetegui

Julen Lopetegui dan Zinedine Zidane

Julen Lopetegui dan Zinedine Zidane

Walaupun baru menjadi pelatih bersama tim junior Madrid, Zidane merupakan mantan pemain tim utama mereka yang hebat bahkan sempat membawa timya meraih enam piala dalam lima kompetisi.  Ia pun sempat meraih Ballon d’Or pada tahun 1998 terutama setelah membela timnasnya meraih piala di Piala Dunia tahun yang sama. Mungkin ia terbatas pengalamannya dalam kepelatihannya namun mampu menjaga skuad yang penuh bintang senang dan terkendali.

Lopetegui mengambil rute yang berbeda. Dimana ia akan mengelola Madrid dengan caranya sendiri, bahkan ia tak mempermasalahkah keinginan klub yang melepaskan pemain andalannya di lini depan, Cristiano Ronaldo. Sepertinya ia berusaha untuk mengembalikan diri ke jalur kemenangan di La Liga, dimana musim lalu Madrid terpaut 17 dibawah rival terberatnya Barcelona.

Strategi tak Lazim Lopetegui

Ditinggalkan oleh bomber mereka menuju Juventus, Madrid tak mengganti Ronaldo dengan pemain yang seperkasa dirinya. Mereka malah memboyong Mariano Diaz yang  mewarisi jersey nomor 7 milik sang bintang, namun banyak penggemarnya mempertanyakan keputusan klub karena sang pemain hanya menghasilkan setengah dari apa yang dihasilkan Ronaldo.

Bahkan ia juga membuat keputusan yang memaksa pemain andalan mereka untuk duduk di bangku cadangan dan memperhatikan jalannya pertandingan. Sebut saja Marcelo yang digantikan oleh Raphael Varane saat menghadapi Girona akhir Agustus kemarin. Saat itu Lopetegui mengatakan bahwa alasannya adalah ia ingin memperketat di posisi bek kiri. Namun saat menghadapi Leganes kedua pemain, ia turunkan dimana Varane berada sebagai bek tengah.

Lopetegui juga berpihak pada Keylor Navas padahal klubnya telah memboyong Thibaut Courtois, pejaga gawang yang meraih sarung tangan emas di Piala Dunia 2018 kemarin. Namun Ia lebih memilih menggunakan Navas, dimana sebelumnya klub memang selalu ingin menggantinya, termasuk dengan David de Gea. Memang Navas mampu menebus kepercayaan pelatihnya saat menghadapi Girona. Walaupun menunggu lebih lama, Courtois berhasil dimainkan sebagai Starter saat menghadapi Leganes.  Diyakini, Ia memilih Navas untuk menunjukkan kepada presiden klub Florentino Perez,  bahwa dia tidak akan mudah dimanipulasi oleh keputusan dewan.

Perlakuan Lopetegui terhadap striker muda yang di beli Madrid di musim panas ini, yaitu Vinicius Junior, juga memberi tahu tentang hal yang sama seperti Courtois. Penyerang asal Brazil berusia 18 tahun itu belum mencicipi laga di La Liga hingga kini. Bahkan diketahui sang pelatih akan menjebloskannya untuk bermain bersama dengan skuad Castilla di musim ini.

Real Madrid juga berhasil merekrut striker baru dari Lyon yaitu Mariano Diaz, yang memukau musim lalu, namun Ia pun tak langsung menurunkannya  saat menghadapi Leganes di akhir pekan kemarin. Padahal diketahui ia merupakan salah satu pemain yang disukai Lopetegui saat Ia membawa timnas Spanyol ke Piala Dunia kemarin.

Lopetegui juga tak memainkan pemain yang meraih bola emas di Piala Dunia 2018 yaitu Luka Modric dengan waktu penuh. Apakah karena usianya telah memasuki 32 tahun sehingga sang pelatih ingin menghemat tenaganya? Ataukah tak ingin membuat Modric besar kepala karena merasa pasti akan selalu dimainkan di lapangan? Masih banyak pertanyaan tentang hal ini, namun diprediksi ia ingin membuat para pemainnya melihat strateginya sebelum mereka benar-benar mengerti apa yang diinginkannya di lapangan.

Memang perjalanannya bersama Real Madrid baru sesaat, namun mampukah Lopetgui yang  tidak takut untuk mengecewakan pemain bintang Madrid dengan strategi barunya itu bisa berhasil ? Mengapa ia tak melanjutkan taktik yang digunakan Zidane dimana telah terbukti ampuh sebelumnya dan meraih tiga piala Liga Champions?  Akan menarik untuk melihat performa Los Blancos dalam satu tahun kedepan, meraih kejayaan di semua kompetisi.