MU Dalam Bayang-Bayang Kegagalan di Liga Champions

mu vs psg

Harapan Manchester United untuk bisa kembali berjaya di kompetisi Liga Champions musim ini nampaknya harus berakhir, usai dikalahkan Paris Saint Germain dengan skor telak 2-0 di Old Trafford dini hari tadi.

Dalam partai leg 1 babak 16 besar, Setan Merah bermain sangat buruk di depan publik sendirinya, dengan hanya mampu menghasilkan satu tembakan mengarah ke gawang. Pertandingan sendiri berjalan dalam tensi tinggi, namun tetap saja Manchester United tidak bisa menghasilkan peluang bagus.

Jika berbicara pengalaman, maka jelas Manchester United masih dibawah level Paris Saint Germain. Berdasarkan statistik Opta, starting eleven PSG pada pertandingan tersebut berisikan pemain-pemain yang totalnya sudah bermain 589 kali di Liga Champions. Pada skuat MU, hanya 255 penampilan secara total.

Bagi pemain taruhan, hal ini sangat menarik untuk diikuti karena sepanjang sejarah, Manchester United belum pernah come back ketika mengalami kekalahan di leg pertama. Catatan buruk itu mungkin tidak akan berubah jika melihat kekuatan PSG di hadapan pendukungnya sendiri.

Kekalahan ini mengakhiri catatan rekor kemenangan Solskjaer sebagai pelatih Manchester United. Tak hanya itu, kekalahan ini juga memberikan catatan baru dengan Manchester United kalah dengan skor lebih dari satu gol.

Berhasil menguasai panggung dengan tampil agresif, namun penyerang Manchester United dianggap kurang agresif. Dampaknya, skuat Manchester United tampak frustrasi, yang berujung pada enam kartu kuning, dan satu kartu merah untuk Paul Pogba.

Semakin merasakan mimpu buruk setelah Anthony Martial dan Jesse Lingard harus mengakhiri pertandingan lebih cepat di ujung babak pertama. Keduanya menderita cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan, dan Manchester United pun bermain tanpa kualitas.

Buktinya Paris Saint Germain berhasil menguasai jalannya pertandingan di babak kedua. Keluarnya Martial dan Lingard mengubah ritme permainan taun rumah dan akhirnya mampu memanfaatkan kelemahan itu semua.

Nemanja Matic menjadi salah satu sosok yang menyesali kekalahan tersebut. Dia membiarkan Presnel Kimpembe mencetak gol dengan bebas, Matic tidak menjaga lawan cukup baik di dalam kotak penalti untuk menghadapi tendangan sudut Angel Di Maria.

Semakin terlihat jelas ketika Kylan Mbappe mampu mengecoh Victor Lindelof dan Eric Bailly untuk mencetak gol kedua Paris Saint Germain dikirim umpan oleh mantan pemain Manchester United, Angel Di Maria.