Sarri Harus Segera Ubah Taktik Untuk Selamatkan Kariernya

Maurizio Sarri Chelsea

Mantan pemain Chelsea, Graeme Le Saux memberi saran kepada Maurizio Sarri untuk melakukan perbuahan taktik dan menyeusaikan diri dengan gaya sepakbola di Inggris agar kariernya bisa bertahan lama di Stamford Bridge.

Sarri adalah manajer yang gemar memakai formasi 4-3-3. Dan pusat dari formasi itu adalah Jorginho. Awalnya Sarri sempat menjalani start yang bagus di Premier League. Mereka sempat melaju tak terkalahkan dan diprediksi menjadi pesaing Liverpool dan Manchester City dalam pereburuan gelar.

Akan tetapi belakangan ini performa mereka mulai inkonsisten dan sering menelan kekalahan. Sekarang ini The Blues sudah lima kali menelan kekalahan, di antaranya adalah dari Arsenal dan AFC Bournemouth.

Harus Menyesuaikan Diri Dengan Sepakbola Inggris
Le Saux kemudian menyarankan pada Sarri agar segera menyesuaikan diri dengan sepakbola Inggris. Mantan bek Chelsea di era 1989–1993 ini meminta Sarri untuk tidak selalu mengandalkan taktiknya yang sekarang ini.

Pasalnya, kelemahan dari formasi andalan Sarri itu sudah mulai diketahui oleh tim-tim rival. Rival-rival Chelsea pun dengan mudah mengantisipasi permainan The Blues.

“Pelarih harus segera menyesuaikan diri. Ia harus mau mengubah sistemnya. Jika tidak, dia bisa berada dalam masalah besar. Logiknyanya, sesuatu yang sudah tidak berfungsi, sebaiknya segera diganti,” cetus Graeme Le Saux pada Daily Express.

Mencontoh Manajer Lain
Le Saux kemudian memberikan contoh manajer-manajer lain yang mau menyesuaikan diri. Mereka melakukan itu karena awalnya taktik andalan mereka sudah terbaca lawan. Contohnya saja Jurgen Klopp di Liverpool. Kemudian ada Josep Guardiola di Manchester City.

“Saya melihat tim-tim yang sukses, dan mereka semua mau merubah taktik permainan mereka. Bournemouth menjadi masalah bagi Chelsea sehingga mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan,” seru Graeme Le Saux.

“Untuk menjadi tim top, Anda harus bisa menyesuaikan diri. Jurgen Klopp memperbaiki sistemnya di Liverpool, Josep Guardiola melakukannya di Manchester City. Tapi saya belum melihat Maurizio Sarri melakukannya, da bertahan pada sistem 4-3-3” demikian tutup Graeme Le Saux.