Tentang The Invincibles Arsenal

The Invincibles ArsenalMemenangkan Premier League adalah salah satu pekerjaan yang sangat berat dan berhasil memenangkan Premier League tanpa satupun kekalahan adalah pekerjaan yang jauh lebih berat. Tetapi Arsenal di musim 2003/2004 berhasil menjalani musim mereka dengan sangat sempurna dan mendapat julukan The Invincibles.

Arsenal tidak banyak melakukan belanja pemain bintang di bursa transfer musim panas 2003/2004. Pembelian besar mereka ada pada sosok Jose Antonio Reyes yang tampil gemilang di Sevilla dan kiper veteran Jerman, Jens Lehmann yang direkrut dengan harga murah.

Selebihnya, Arsene Wenger lebih banyak mengeluarkan uang untuk merekrut bakat-bakat muda seperti Gael Clichy, Cesc Fabregas, dan Robin van Persie.

Wenger juga tidak banyak merombak timnya. Dia sangat percaya diri tim terbaik miliknya yang sudah jadi juara di dua musim sebelumnya. Ia hanya melakukan sedikit perbaikan dan kedatangan Lehmann plus Reyes terbukti memberikan dampak signifikan.

Materi tim Arsenal tidak terlalu menonjol jika dibandingkan dengan sesama tim London lain seperti Chelsea yang sedang membangun dinasti baru dan Manchester United sebagai juara bertahan memiliki materi pemain yang tak kalah hebat.

Namun Arsenal berhasil menunjukkan bahwa mereka adalah satu-satunya tim yang tidak memiliki cela di musim itu. Tak ada satu pun tim yang berhasil membuat The Gunners pulang dengan kekalahan di Liga Inggris sepanjang musim itu.

Arsenal di musim itu memang tampil dengan sangat mengesankan. Kehadiran Lehmann berhasil membuat Arsenal bisa segera move on dari kesedihan atas kepergian David Seaman. Lini pertahanan The Gunners semakin kokoh dengan duet dari muda-tua antara Kolo Toure dan Sol Campbell sebagai palang pintu pertahanan.

Duo pemain bertahan Arsenal, Lauren dan Ashley Cole berhasil menunjukkan level terbaik mereka di musim tersebut. Lauren dan Cole aktif membangun serangan sehingga tekanan yang diberikan oleh The Gunners kepada tim-tim lawan semakin tak terbendung.

Kehadiran Patrick Vieira dan Gilberto di Silva sektor tengah benar-benar membuat tim asuhan Arsene Wenger ini kokoh di segala sisi, sementara Robert Pires dan Fredrik Ljungberg merupakan motor serangan yang rutin memberikan tusukan dari berbagai arah.

Di barisan depan, ada Thierry Henry sang raja Arsenal yang selalu mengancam gawang lawan dengan ditemani oleh striker idola publik Highbury, Dennis Bergkamp. Henry dan Bergkamp sendiri tidak selalu ada di kotak penalti menunggu umpan, karena mereka bisa bergerak dari sisi luar dan memberikan bola matang pada pemain lain yang sedang ada di depan gawang.

Lebih dari satu dasawarsa, ternyata gelar di 2003/2004 merupakan gelar terakhir yang berhasil diraih oleh Arsenal dan Arsene Wenger di Premier League. Pujian dan sanjungan mulai berganti dengan kritikan dan makian.

Walau bagaimanapun juga, The Invincibles Arsenal 2003/2004 pantas disebut sebagai karya terbaik dari seorang Arsene Wenger. Tim asal London Utara tersebut juga pantas masuk dalam squad terbaik dalam sejarah Liga Inggris.