Tiga Hal Yang Bisa Diambil Dari Kekalahan PSG

Paris Saint Germain mengalami kekalahan dipertandingan perdana Liga Champions saat menghadpi Liverpool, di grup C. Namun apakah PSG seburuk itu gagal meraih poin perdananya dengan berbagai pemain mahal di kubunya? Inilah tiga hal yang bisa diambil dari kekalahan PSG

Neymar dan kelemahannya

Neymar merupakan pemain dengan tebusan termahal di dunia karena performa menyerangnya yang memukau. Ia pun diprediksi akan menggantikan dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, jika kedua bintang itu pensiun.

Di musim lalu, walaupun dengan keberadaan dua penyerang  yang handal yaitu Edinson Cavani dan Kylian Mbappe, ia mampu terus mencetak angka dan menyumbangkan berbagai kemenangan, yang dibuktikan dengan membantu timnya menyabet semua piala domestik. Namun banyak juga yang beranggapan bahwa Neymar berada di tempat yang seharusnya, dimana Real Madrid sempat menawarkan untuk merekrutnya.

Trent Alexander Arnold memanfaatkan kelemahan Neymar di sayap kanan saat Liverpool vs PSG Liga Champions putaran pertama

Trent Alexander Arnold memanfaatkan kelemahan Neymar di sayap kanan saat Liverpool vs PSG Liga Champions putaran pertama

Sayangnya pada pertandingan perdana Liga Champions musim ini menghadapi Liverpool, Ia sepertinya menghilang saat PSG sangat membutuhkannya. Pasalnya ia tak bisa bergerak  dan tak bisa menghalau bola saat Trent Alexander Arnold menggiring bola dan sang pemain tak mampu memberikan pertahanan lebih, dimana ini adalah salah satu kelemahannnya.

Walaupun ia memiliki bakat menyerangnya, namun kekurangan ini mampu dibaca oleh Jurgen Klopp yang sempat mengatakan bahwa “Neymar adalah pemain kelas dunia namun bukan pemain bertahan, jadi kami mencoba melakukan itu [strategi menyerang melewati Neymar.”.  Tentu dengan kondisi saat ini, Neymar perlu berbenah diri mengatasi kekurangannya, jika tidak, strategi Klopp akan diterapkan oleh semua lawannya di masa datang. Lagi pula apa gunanya memegang gelar pemain termahal di dunia, namun tak bisa mengatasi kelemahannya?

Pemain gelandang PSG berjuang untuk mendominasi laga

Adrien Rabiot dan Angel Di Maria bermain lebih terpusat, tidak terlalu menyerang dan tidak terlalu bertahan. Banyak yang mengharapkan PSG baik-baik saja, dan berharap Les Parisien berjuang untuk maksimalkan penguasaan bola yang dieksekusi dengan baik oleh pemain depannya. Namun Liverpool berusaha mengganjalnya dengan James Milner dan Jordan Henderson.

Jordan Henderson mentralisir serangan PSG saat Liverpool vs Paris Saint Germain September 2018 Champions League

Jordan Henderson mentralisir serangan PSG saat Liverpool vs Paris Saint Germain September 2018 Champions League

Kedua pemain asal Inggris itu memastikan Di Maria dan Rabiot tak memiliki kesempatan mendominasi bola dan ini ternyata Ini membuat perbedaan besar. Pasalnya PSG biasanya memiliki bola panjang sehingga Mbappe atau Cavani atau Neymar mengejarnya. Julian Draxler akhirinya menggantikan Cavani, dan situasi mulai berjalan baik namun sayangnya, sepuluh menit terlalu sedikit untuk memberikan dampak yang nyata.

Kelemahan pertahanan

PSG memiliki pemain seperti Thiago Silva, Marquinhos, Presnel Kimpembe, Thomas Meunier dan mantan bintang Bayern Munich, Juan Bernat. Dalam waktu yang singkat mereka berharap bisa membantu tiimnya meraih sebuah gol lagi. Namun sayangya mereka kurang memperhatikan pertahanan mereka terutama Juan Bernat.

Juan Bernat saat menghadabg Sadio Mane di Liga Champion 2018-19 Liverpool vs PSG

Juan Bernat saat menghadabg Sadio Mane di Liga Champion 2018-19 Liverpool vs PSG

Angel Di Maria dan Adrien Rabiot sempat kewalahan menangani James Milner, Jordan Henderson dan strategi Jurgen Klopp, ‘gegenpressing,’. Namun lagi-lagi kelemahan disayap kiri mampu dimanfaatkan oleh Liverpool, terutama dengan kehadiran Alexander-Arnold.  Marquinhos berjuang untuk menghalau gerak Salah atau Mane, namun sepertinya usahanya sia-sia dimana secara mengejutkan mereka pemain yang paling tidak memiliki pengaruh di lapangan.  Dan saat Roberto Firmino masuk, semua rencana Thomas Tuchel berantankan, dimana lagi lagi ia memanfaatkan kelemahan Neymar di sisi kanan lapangan.

Demikianlah tiga hal yang bisa diambil dari kekalahan PSG saat menghadapi Liverpool di Liga Champions putaran pertama untuk grup C. Apakah menurut Anda PSG begitu burukkah di musim ini atau sebaliknya? Mungkinkah Presiden PSG yang sempat puji Thomas Tuchel tentang pencapaiannya, merubah pikirannya? Akan menarik untuk melihat aksi mereka berikutnya.