Werder Bremen Mampu Imbangi Hoffenheim Setelah Tertinggal Satu Gol

Serge Gnabry, Werder Bremen, Hoffenheim

Serge Gnabry saat hadapi Werder Bremen

Pada hari Sabtu kemarin pukul 21.30 WIB, Hoffenheim mendatangi markas Werder Bremen di Weserstadion dalam ajang kompetisi Bundesliga putaran ke 18. Namun sayangnya kedua kubu harus puas berbagi poin karena mereka cenderung sama kuat.

Memang jika dilihat dari penguasaan bola, hal tersebut memang benar, sementara dalam hal menciptakan peluang, Hoffenheim sedikit lebih banyak menciptakan peluang, sementara dibabak dua hal tersebut berbalik dimana sang tuan rumah ingin meraih poin penuh.

Kedua kubu sama sama memiliki sebuah gol, dimana Hoffenheim telah lebih dulu unggul mencetak sebuah angka enam menit sebelum turun minum. Gol tersebut dihasilkan oleh Benjamini Hubner yang menyundul umpan dari Serge Gnabry.

Sementara dimenit ke 63, Theodor Gebre Selassie berhasil mengimbangi serangan dari Hoffenheim setelah mendapatkan umpan dari tendangan bebas yang dieksekusi Zlatko Junuzovic dan skor pun menjadi 1-1 hingga babak kedua berakhir.

Walaupun gagal meraih kemenangan, pelatih Hoffenheim, Julian Nagelsmann, masih puas dengan poin yang didapat dan mengatakan,  “Saya bisa terima dengan satu poin karena peluang yang dimiliki masing-masing pihak. Kami sedikit lebih baik selama 60 menit, tapi tidak begitu banyak sehingga kami benar-benar pantas menang. “.

“Itu adalah permainan yang sangat menarik. Akan sangat menyenangkan jika Andrej Kramaric bisa menyelesaikan peluangnya , itu akan sangat bagus untuknya. Eugen Polanski juga memiliki peluang besar. Tapi Bremen juga melakukannya. Meskipun tak bisa memainkan Nadiem Amiri dan Kerem Demirbay, kami memiliki dua “nomor istimewa” yang bagus di lapangan yaitu Lukas Rupp dan Dennis Geiger. Tapi tentu saja kita akan memiliki dua pemain fantastis yang kembali, saat keduanya fit lagi. “.

Sementara disis lain Florian Kohfeldt selaku pelatih Werder Bremen juga mengungkapkan bahwa timnya menyulitkan dirinya sendiri sehingga kurang menekan sang tamu. Ia pun mengatakan, “Kami terlalu panik dalam kepemilikan di babak pertama, jadi kami mempersulit diri sendiri. Kami tidak memainkannya di tengah cukup. Kami berhasil bertahan melawan bola panjang mereka dengan baik, tapi kami tidak memiliki permainan di bawah kendali sehingga kami tidak dapat menempatkan mereka di bawah tekanan.”.

“Hal itu mengganggu untuk mengakui karena kehilangan pemain mereka terlalu cepat setelah set piece. Permainannya sangat ketat dan terbuka setelah jeda. Kedua tim memiliki peluang untuk merebut keunggulan. Saya tidak puas dengan poin karena posisi kita di meja; Namun, saya senang dengan penampilan kami – terutama di babak kedua. “.

Dengan hasil ini, posisi kedua kubu tak berubah seperti musiim lalu dimana Hoffenheim bertengger diperingkat ketujuh klasemen, sementara Bremen tetap berada di zona degradasi,diperingkat 17.